Social Items

Ads 728x90

Sulawesi Selatan - memiliki banyak keanekaragaman di setiap daerahnya. Pulau ini dihuni oleh berbagai penduduk dengan kebudayaan dan ciri khas yang berbeda. Salah satunya adalah keberadaan suku-suku di provinsi ini yang beragam. Salah satu suku yang terkenal di Sulawesi Selatan adalah suku Kajang. Suku Kajang adalah  salah satu suku yang tinggal di kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Tepatnya berada di sekitar 200 km ke arah timur kota Makassar. Daerah kajang sendiri  terbagi ke dalam delapan desa, dan enam dusun.

Secara geografis Kajang di bagi menjadi dua bagian, yaitu kajang dalam yaitu mereka yang tinggal di dalam wilayah adat kajang, dan kajang luar, yaitu orang-orang yang berdiam di sekitar suku kajang yang relatif modern.

Walau berada dalam satu wilayah, yaitu Kajang, kedua daerah ini memiliki beberapa perbedaan yang mendasar. Diantaranya adalah:

1. Pola hidup masyarakatnya
Pola hidup masyarakat suku kajang dalam via ammatoa.com
Dalam hal ini, daerah kajang luar lebih bisa menerima peradaban teknologi di zaman sekarang jika dibandingkan dengan kajang dalam yang belum bisa menerima segala yang berhubungan dengan teknologi, seperti perkembangan saat ini. Contohnya adalah listrik yang tidak digunakan oleh komunitas masyarakat kajang dalam. Maka tak heran jika di daerah kajang dalam tidak ada listrik. Selain itu, jika berkunjung ke sana, Anda juga tidak diperbolehkan mengenakan sandal saat akan memasuki daerah kawasan ammatoa (kajang dalam) ini karena sandal disebut sebagai teknologi oleh mereka. Masyarakat suku kajangpun demikian, mereka sehari-hari tidak menggunakan sandal.

2. Bentuk rumah
rumah suku kajang dalam via andihasbijaya.blogspot.com
Bentuk rumah kedua daerah ini bebeda. Hal ini dapat dibedakan dari penempatan dapur dan tempat buang air. Jika dalam masyarakat Kajang luar dapur dan tempat buang airnya berada di bagian belakang rumah, maka di daerah kajang dalam (kawasan ammatoa) dapur dan tempat buang airnya berada di bagian depan.

3. Keadaan masyarakatnya
keadaan masyarakat kajang via www.libmagz.com
Jika di daerah Kajang Luar masyarakatnya lebih modern dan berhubungan dengan perkembangan zaman, dan berbagai hal yang ada saat ini. Berbeda dengan masyarakat Kajang dalam yang masih hidup dengan cara-cara lama. Perbedan ini pun terlihat dari kegiatan ekonomi, dan pemerintahannya. Kajang dalam bagi penulis tidak dapat disebut sebagai masyarakat yang primitif, karena mereka memelihara alam agar terjaga dengan lestari.

4. Makna warna bagi Suku Kajang Dalam
warna hitam bagi suku kajang dalam via infomakassar.co.id
Hitam adalah warna sakral bagi penduduk Kajang dalam. Warna ini merupakan warna adat yang khas dan kental akan kesakralannya serta kemistikannya. Seluruh masyarakat kajang dalam menggunakan pakaian yang berwarna hitan, dan bagi anda yang ingin berkunjung ke sana, saat memasuki kawasan Ammatoa pakaian yang Anda kenakan harus berwarna hitam, tidak boleh warna lain. Warna hitam dipercaya oleh masyarakat Ammatoa sebagai bentuk persamaan dalam segala hal. Masyarakat ini pun percaya bahwa tidak ada warna hitam yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya, karena memang semua warna hitam itu sama.

5. Pernikahan
Perbedaan Suku Kajang Luar dan Kajang Dalam Sulawesi Selatan
foto via hanageoedu.blogspot.com
Dalam masalah perkawinan, masyarakat suku Kajang terikat oleh adat yang mengharuskan mereka untuk menikah dengan sesama orang yang berada dalam kawasan adat. Jika tidak demikian, maka mereka harus hidup di luar kawasan adat. Bagi pasangan yang bersedia mengikuti segala aturan dan adat-istiadat yang berlaku di dalam kawasan adat, maka merekalah yang akan tinggal menetap di sana. Segala aturan adat tentang pernikahan ini berlaku untuk masyarakat suku Kajang Dalam. Untuk masyarakat suku Kajang Luar, sudah mulai diinggalkan.

Walaupun memiliki beberapa perbedaan, kedua suku ini pun sama-sama tunduk dan patuh terhadap tradisi dan kebudayaan para leluhur mereka. Kebudayaan mereka pada umumnya sama. Baik itu seni musik, tarian, dan beberapa kebudayaan lainnya. Hanya saja perkembangan teknologilah yang membedakan mereka. Suku Kajang Luar lebih terbuka diandingkan suku Kajang Dalam.

Nah, itulah 5 hala yang membedakan antara suku Kajang Luar dan suku Kajang Dalam yang ada di Sulawesi Selatan. Semoga artikel ini bermanfaat.

Perbedaan Suku Kajang Luar dan Kajang Dalam di Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan - memiliki banyak keanekaragaman di setiap daerahnya. Pulau ini dihuni oleh berbagai penduduk dengan kebudayaan dan ciri khas yang berbeda. Salah satunya adalah keberadaan suku-suku di provinsi ini yang beragam. Salah satu suku yang terkenal di Sulawesi Selatan adalah suku Kajang. Suku Kajang adalah  salah satu suku yang tinggal di kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Tepatnya berada di sekitar 200 km ke arah timur kota Makassar. Daerah kajang sendiri  terbagi ke dalam delapan desa, dan enam dusun.

Secara geografis Kajang di bagi menjadi dua bagian, yaitu kajang dalam yaitu mereka yang tinggal di dalam wilayah adat kajang, dan kajang luar, yaitu orang-orang yang berdiam di sekitar suku kajang yang relatif modern.

Walau berada dalam satu wilayah, yaitu Kajang, kedua daerah ini memiliki beberapa perbedaan yang mendasar. Diantaranya adalah:

1. Pola hidup masyarakatnya
Pola hidup masyarakat suku kajang dalam via ammatoa.com
Dalam hal ini, daerah kajang luar lebih bisa menerima peradaban teknologi di zaman sekarang jika dibandingkan dengan kajang dalam yang belum bisa menerima segala yang berhubungan dengan teknologi, seperti perkembangan saat ini. Contohnya adalah listrik yang tidak digunakan oleh komunitas masyarakat kajang dalam. Maka tak heran jika di daerah kajang dalam tidak ada listrik. Selain itu, jika berkunjung ke sana, Anda juga tidak diperbolehkan mengenakan sandal saat akan memasuki daerah kawasan ammatoa (kajang dalam) ini karena sandal disebut sebagai teknologi oleh mereka. Masyarakat suku kajangpun demikian, mereka sehari-hari tidak menggunakan sandal.

2. Bentuk rumah
rumah suku kajang dalam via andihasbijaya.blogspot.com
Bentuk rumah kedua daerah ini bebeda. Hal ini dapat dibedakan dari penempatan dapur dan tempat buang air. Jika dalam masyarakat Kajang luar dapur dan tempat buang airnya berada di bagian belakang rumah, maka di daerah kajang dalam (kawasan ammatoa) dapur dan tempat buang airnya berada di bagian depan.

3. Keadaan masyarakatnya
keadaan masyarakat kajang via www.libmagz.com
Jika di daerah Kajang Luar masyarakatnya lebih modern dan berhubungan dengan perkembangan zaman, dan berbagai hal yang ada saat ini. Berbeda dengan masyarakat Kajang dalam yang masih hidup dengan cara-cara lama. Perbedan ini pun terlihat dari kegiatan ekonomi, dan pemerintahannya. Kajang dalam bagi penulis tidak dapat disebut sebagai masyarakat yang primitif, karena mereka memelihara alam agar terjaga dengan lestari.

4. Makna warna bagi Suku Kajang Dalam
warna hitam bagi suku kajang dalam via infomakassar.co.id
Hitam adalah warna sakral bagi penduduk Kajang dalam. Warna ini merupakan warna adat yang khas dan kental akan kesakralannya serta kemistikannya. Seluruh masyarakat kajang dalam menggunakan pakaian yang berwarna hitan, dan bagi anda yang ingin berkunjung ke sana, saat memasuki kawasan Ammatoa pakaian yang Anda kenakan harus berwarna hitam, tidak boleh warna lain. Warna hitam dipercaya oleh masyarakat Ammatoa sebagai bentuk persamaan dalam segala hal. Masyarakat ini pun percaya bahwa tidak ada warna hitam yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya, karena memang semua warna hitam itu sama.

5. Pernikahan
Perbedaan Suku Kajang Luar dan Kajang Dalam Sulawesi Selatan
foto via hanageoedu.blogspot.com
Dalam masalah perkawinan, masyarakat suku Kajang terikat oleh adat yang mengharuskan mereka untuk menikah dengan sesama orang yang berada dalam kawasan adat. Jika tidak demikian, maka mereka harus hidup di luar kawasan adat. Bagi pasangan yang bersedia mengikuti segala aturan dan adat-istiadat yang berlaku di dalam kawasan adat, maka merekalah yang akan tinggal menetap di sana. Segala aturan adat tentang pernikahan ini berlaku untuk masyarakat suku Kajang Dalam. Untuk masyarakat suku Kajang Luar, sudah mulai diinggalkan.

Walaupun memiliki beberapa perbedaan, kedua suku ini pun sama-sama tunduk dan patuh terhadap tradisi dan kebudayaan para leluhur mereka. Kebudayaan mereka pada umumnya sama. Baik itu seni musik, tarian, dan beberapa kebudayaan lainnya. Hanya saja perkembangan teknologilah yang membedakan mereka. Suku Kajang Luar lebih terbuka diandingkan suku Kajang Dalam.

Nah, itulah 5 hala yang membedakan antara suku Kajang Luar dan suku Kajang Dalam yang ada di Sulawesi Selatan. Semoga artikel ini bermanfaat.

Subscribe Our Newsletter