Social Items

Ads 728x90

Menelusuri Sejarah Benteng Belgica di Pulau Banda Provinsi Maluku

Benteng Belgica, adalah benteng yang di bangun oleh Portugis namun kemudian diduduki oleh Belanda pada abad ke 17. Benteng ini ada diatas perbukitan Tabaleku di samping barat daya Pulau Naira serta terdapat di ketinggian 30,01 mdpl. Benteng yang di bangun pada tahun 1611 dibawah pimpinan Gubernur Jenderal Pieter Both ini mempunyai keunikan tersendiri.

Di bangun dengan gaya bangunan persegi lima yang ada diatas bukit, tetapi jika disaksikan dari semua pelosok pasti hanya akan tampak 4 buah bagian, tapi jika dilihat dari udara terlihat seperti bintang persegi atau serupa dengan Gedung Pentagon di Amerika Serikat. Bahkan benteng ini dijuluki dengan nama The Indonesian Pentagon.

Konstruksi benteng terdiri atas dua lapis bangunan dan untuk memasukinya mesti memakai tangga yang aslinya berbentuk tangga yang bisa diangkat (seperti tangga hidrolik). Dibagian tengah benteng ada suatu ruangan terbuka luas untuk beberapa tahanan. Di dalam ruangan terbuka itu ada dua buah sumur rahasia yang konon menghubungkan benteng dengan pelabuhan serta Benteng Nassau yang ada di pinggir pantai.

Menelusuri Sejarah Benteng Belgica di Pulau Banda Provinsi Maluku

Benteng ini sebetulnya adalah satu diantara benteng peninggalan Portugis yang awalannya berperan menjadi pusat pertahanan, akan tetapi pada saat penjajahan Belanda, Benteng Belgica berganti kegunaan untuk memonitor lalu lintas kapal dagang. Benteng ini lalu diperbesar tahun 1622 oleh J. P. Coen. Selanjutnya, tahun 1667 diperbesar lagi oleh Komisaris Cornelis Speelman. Tahun 1911 Gubernur Jenderal Craft van Limburg Stirum memerintahkan agar benteng ini dipugar. Benteng ini jadi markas militer Belanda sampai tahun 1860.

Pada tiap-tiap bagian benteng ada suatu menara. Untuk menuju puncak menara ada tangga dengan tempat hampir tegak serta lubang keluar yang sempit. Dari puncak menara ini wisatawan bisa nikmati pemandangan beberapa daerah Kepulauan Banda, dari mulai birunya perairan Teluk Banda, sunset, puncak Gunung Api yang menjulang, sampai rimbunnya pohon pala di Pulau Banda Besar. Jalan-jalan di seputar benteng ini begitu menyenangkan sembari membayangkan situasi waktu kolonial tempo dulu.

Menelusuri Sejarah Benteng Belgica di Pulau Banda Provinsi Maluku

Menelusuri Sejarah Benteng Belgica di Pulau Banda Provinsi Maluku

Benteng Belgica, adalah benteng yang di bangun oleh Portugis namun kemudian diduduki oleh Belanda pada abad ke 17. Benteng ini ada diatas perbukitan Tabaleku di samping barat daya Pulau Naira serta terdapat di ketinggian 30,01 mdpl. Benteng yang di bangun pada tahun 1611 dibawah pimpinan Gubernur Jenderal Pieter Both ini mempunyai keunikan tersendiri.

Di bangun dengan gaya bangunan persegi lima yang ada diatas bukit, tetapi jika disaksikan dari semua pelosok pasti hanya akan tampak 4 buah bagian, tapi jika dilihat dari udara terlihat seperti bintang persegi atau serupa dengan Gedung Pentagon di Amerika Serikat. Bahkan benteng ini dijuluki dengan nama The Indonesian Pentagon.

Konstruksi benteng terdiri atas dua lapis bangunan dan untuk memasukinya mesti memakai tangga yang aslinya berbentuk tangga yang bisa diangkat (seperti tangga hidrolik). Dibagian tengah benteng ada suatu ruangan terbuka luas untuk beberapa tahanan. Di dalam ruangan terbuka itu ada dua buah sumur rahasia yang konon menghubungkan benteng dengan pelabuhan serta Benteng Nassau yang ada di pinggir pantai.

Menelusuri Sejarah Benteng Belgica di Pulau Banda Provinsi Maluku

Benteng ini sebetulnya adalah satu diantara benteng peninggalan Portugis yang awalannya berperan menjadi pusat pertahanan, akan tetapi pada saat penjajahan Belanda, Benteng Belgica berganti kegunaan untuk memonitor lalu lintas kapal dagang. Benteng ini lalu diperbesar tahun 1622 oleh J. P. Coen. Selanjutnya, tahun 1667 diperbesar lagi oleh Komisaris Cornelis Speelman. Tahun 1911 Gubernur Jenderal Craft van Limburg Stirum memerintahkan agar benteng ini dipugar. Benteng ini jadi markas militer Belanda sampai tahun 1860.

Pada tiap-tiap bagian benteng ada suatu menara. Untuk menuju puncak menara ada tangga dengan tempat hampir tegak serta lubang keluar yang sempit. Dari puncak menara ini wisatawan bisa nikmati pemandangan beberapa daerah Kepulauan Banda, dari mulai birunya perairan Teluk Banda, sunset, puncak Gunung Api yang menjulang, sampai rimbunnya pohon pala di Pulau Banda Besar. Jalan-jalan di seputar benteng ini begitu menyenangkan sembari membayangkan situasi waktu kolonial tempo dulu.

Subscribe Our Newsletter